| |
| Sunday, August 26, 2007 |
| hmmm...lezatnya |
Siapa yang tidak mengenal nasi goreng? Masakan satu ini pastinya sudah akrab di lidah kita. Mulai dari nasi goreng ala ‘rumahan’ alias nasi goreng yang kita buat sendiri, nasi goreng yang dijual di warung tenda, gerobak dorong, hingga nasi goreng yang masuk ke restaurant dan hotel-hotel, bahkan lomba masak pun menu yang dimasak adalah nasi goreng
Penyajiannya pun beragam, mulai dari nasi goreng biasa dengan sajian telur atau ayam, hingga yang dicampur dengan daging kambing. Dari situlah orang tidak pernah bosan mencicipi nasi goreng.
Nah, anda termasuk penggemar nasi goreng yang mana? apakah anda penggemar nasi goreng kambing ? hmm…sudah pernah mencoba nasi goreng kambing yang satu ini ? nasi goreng kambing ala Pangeran café Hotel Wiltop, yang berada di kawasan Jakarta Pusat.
Membayangkan nasi goreng dengan paduan irisan kambing, ditambah pelengkap kerupuk udang, hmmm lezatnya!!! Apalagi jika yang memasak memang professional, pastinya, anda tidak akan melewatkan mencoba nasi goreng yang satu ini.
“Nasi goreng ini dimasak dengan menggunakan minyak wijen, dan mentega,”papar Executive Chef Soenarto SP. Penggunaan minyak wijen sendiri diakui chef Soenarto untuk menambah kenikmatan serta kelezatan nasi goreng kambing buatannya. “ Jika menggunakan minyak goreng biasa kan sudah umum, nah ada yang berbeda jika menggunakan minyak wijen untuk menggorengnya. Rasa yang ditimbulkan lebih khas, karena ada aroma seperti sangit yang berasal dari minyak wijennya,” jelas chef Soenarto
Dalam resepnya penggunaan mentega juga disertakan ketika menggoreng nasi . Lalu jika sudah menggunakan minyak wijen mengapa masih tetap menggunakan mentega ketika menumis bawang putih dan bawang merah? Pertanyaan ini coba dijawab oleh chef yang pernah menimba ilmu di Hotel Industry Sesion Food Production, New York selama 2 tahun ini, “Sebenarnya pengguanaan mentega ini agar bawang putih dan bawang merahnya lebih harum ketika ditumis, dan itu akan menambah kenikmatan rasa dari nasi goreng ini,” jelasnya.
Pas sekali jika nasi goreng ini disajikan dalam keadaan hangat dan disantap saat perut memang sudah terasa lapar. Apalagi jika anda suka dengan paduan rasa yang agak kecut, chef Soenarto menyarankan untuk menambah dengan perasan jeruk limo.
Tetapi bagaimana jika anda yang menderita penyakit darah tinggi atau hipertensi, tentunya sangat tidak dianjurkan untuk menyantap apapun yang melibatkan daging kambing didalamnya. Tenang saja anda tidak perlu khawatir, anda bisa mencoba nasi mawoet. Karena pada nasi mawoet yang satu ini menggunakan daging sapi sebagai pelengkap
Nasi mawoet, menurut chef kelahiran Solo tahun 1952 dan pernah menjadi chef di berbagai hotel di Jakarta ini merupakan nasi yang berasal dari daerah Jawa Timur. “Jadi dulu ada seseorang yang memiliki warung makan, nah setiap sisa dari bahan-bahan masakannya, seperti toge, sawi, wortel, dll. Itu semua dimasukkan ke dalam nasi yang tengah digoreng, jadilah dinamakan nasi mawoet. Mawoet dalam bahasa jawa diartikan sebagai hancur. Jadi karena bahan apa saja dicampur jadi satu dengan nasi, maka bentuknya jadi seperti ‘hancur-hancuran’,” jelasnya seraya tertawa.
Ya, memang benar penyajian nya agak sedikit ‘hancur-hancuran’ karena ada begitu banyak bahan yang ikut dimasukkan kedalam nasi mawoet ini, tetapi soal rasa, hmm..tetap lezat.
“Nasi goreng mawoet lumayan laris dipesan oleh pengunjung Pangeran café Hotel Wiltop, selain nasi goreng kambing,” papar PR&Promotion HB. Donda Simanjuntak.
Selain nasi goreng kambing dan nasi mawoet, anda juga bisa mencoba Ayam Panggang Pangeran. Bumbu serta bahan yang dipakai sederhana dan tentunya mudah didapat di pasar tradisional.
“Daging ayamnya sekitar 350 gram, atau setara dengan ¼ ayam dengan berat sekitar 1,3 kg.” ungkap chef Soenarto.
Sementara untuk bumbunya sendiri, lanjut chef Soenarto, tidak ‘ribet’, hanya bawang merah dan bawang putih, jahe, lengkuas, bawang bombai, sereh dan garam.
Nah, jika sudah puas menikmati menu-menu tadi, sekarang bisa mencicipi Holy Freedom minuman dengan bahan dasar nanas, tetapi ketika disajikan berwarna merah. Lho ? tidak usah binggung karena menurut Supervisor Pangeran Café, Utama Haryanto, atau yang akrab disapa Ade ini menjelaskan warna merah tersebut berasal dari strobery bitter. “Jadi kalau dilihat memang warnanya merah, tetapi ketika diminum, rasa nanasnya terasa sekali,” paparnya. |
posted by smiLe on LoneLinEss @ 6:33 PM  |
|
|
|
|
|
| |
|
| About Me |
|
![]()
Name: smiLe on LoneLinEss
Home: yogyakarta, Indonesia
About Me: jusT an oRdinaRy peopLe
cuma cewe biasa yang tetap butuh cinTa dan perhatian, seRta butuh sahabat, yang mau ngeRti dan neRima apa adnay, coz...it" de rEal mE...
pengen beRbagi kesenangan dengan semua orang, dan pengen bahagia, pengen lebih dewasa, dan buat semua orang tersenyum....
See my complete profile
|
Previous Post |
|
Pesan anda Disini
Free Counter
|
Archives |
|
News |
Jangan pernah takut salah, karena dengan salah kita tahu yang benar..dc.. |
Other things |
| Selalu tersenyum adalah kunci kebahagiaan |
Links |
|
|
Banner |

|
|
LAIN-LAIN
|
|
|
|