| |
| Saturday, October 27, 2007 |
| अखिर्न्य.... |
hufff.....templates lamanya kemaren ilang, jadi selama beberapa bulan bolg ini kalau dibuka gak ada templatesnya hanya layar putih tak jelas. tapi malam ini setelah mencari-cari tempaltes yang pas akhirnya blog ku yang satu ini berhiaskan templates juga.
BTW...minal aidin wal faidzin buat semuanya. Mohon maaf lahir dan batin ya |
posted by smiLe on LoneLinEss @ 11:39 PM  |
|
|
|
| Sunday, August 26, 2007 |
| hmmm...lezatnya |
Siapa yang tidak mengenal nasi goreng? Masakan satu ini pastinya sudah akrab di lidah kita. Mulai dari nasi goreng ala ‘rumahan’ alias nasi goreng yang kita buat sendiri, nasi goreng yang dijual di warung tenda, gerobak dorong, hingga nasi goreng yang masuk ke restaurant dan hotel-hotel, bahkan lomba masak pun menu yang dimasak adalah nasi goreng
Penyajiannya pun beragam, mulai dari nasi goreng biasa dengan sajian telur atau ayam, hingga yang dicampur dengan daging kambing. Dari situlah orang tidak pernah bosan mencicipi nasi goreng.
Nah, anda termasuk penggemar nasi goreng yang mana? apakah anda penggemar nasi goreng kambing ? hmm…sudah pernah mencoba nasi goreng kambing yang satu ini ? nasi goreng kambing ala Pangeran café Hotel Wiltop, yang berada di kawasan Jakarta Pusat.
Membayangkan nasi goreng dengan paduan irisan kambing, ditambah pelengkap kerupuk udang, hmmm lezatnya!!! Apalagi jika yang memasak memang professional, pastinya, anda tidak akan melewatkan mencoba nasi goreng yang satu ini.
“Nasi goreng ini dimasak dengan menggunakan minyak wijen, dan mentega,”papar Executive Chef Soenarto SP. Penggunaan minyak wijen sendiri diakui chef Soenarto untuk menambah kenikmatan serta kelezatan nasi goreng kambing buatannya. “ Jika menggunakan minyak goreng biasa kan sudah umum, nah ada yang berbeda jika menggunakan minyak wijen untuk menggorengnya. Rasa yang ditimbulkan lebih khas, karena ada aroma seperti sangit yang berasal dari minyak wijennya,” jelas chef Soenarto
Dalam resepnya penggunaan mentega juga disertakan ketika menggoreng nasi . Lalu jika sudah menggunakan minyak wijen mengapa masih tetap menggunakan mentega ketika menumis bawang putih dan bawang merah? Pertanyaan ini coba dijawab oleh chef yang pernah menimba ilmu di Hotel Industry Sesion Food Production, New York selama 2 tahun ini, “Sebenarnya pengguanaan mentega ini agar bawang putih dan bawang merahnya lebih harum ketika ditumis, dan itu akan menambah kenikmatan rasa dari nasi goreng ini,” jelasnya.
Pas sekali jika nasi goreng ini disajikan dalam keadaan hangat dan disantap saat perut memang sudah terasa lapar. Apalagi jika anda suka dengan paduan rasa yang agak kecut, chef Soenarto menyarankan untuk menambah dengan perasan jeruk limo.
Tetapi bagaimana jika anda yang menderita penyakit darah tinggi atau hipertensi, tentunya sangat tidak dianjurkan untuk menyantap apapun yang melibatkan daging kambing didalamnya. Tenang saja anda tidak perlu khawatir, anda bisa mencoba nasi mawoet. Karena pada nasi mawoet yang satu ini menggunakan daging sapi sebagai pelengkap
Nasi mawoet, menurut chef kelahiran Solo tahun 1952 dan pernah menjadi chef di berbagai hotel di Jakarta ini merupakan nasi yang berasal dari daerah Jawa Timur. “Jadi dulu ada seseorang yang memiliki warung makan, nah setiap sisa dari bahan-bahan masakannya, seperti toge, sawi, wortel, dll. Itu semua dimasukkan ke dalam nasi yang tengah digoreng, jadilah dinamakan nasi mawoet. Mawoet dalam bahasa jawa diartikan sebagai hancur. Jadi karena bahan apa saja dicampur jadi satu dengan nasi, maka bentuknya jadi seperti ‘hancur-hancuran’,” jelasnya seraya tertawa.
Ya, memang benar penyajian nya agak sedikit ‘hancur-hancuran’ karena ada begitu banyak bahan yang ikut dimasukkan kedalam nasi mawoet ini, tetapi soal rasa, hmm..tetap lezat.
“Nasi goreng mawoet lumayan laris dipesan oleh pengunjung Pangeran café Hotel Wiltop, selain nasi goreng kambing,” papar PR&Promotion HB. Donda Simanjuntak.
Selain nasi goreng kambing dan nasi mawoet, anda juga bisa mencoba Ayam Panggang Pangeran. Bumbu serta bahan yang dipakai sederhana dan tentunya mudah didapat di pasar tradisional.
“Daging ayamnya sekitar 350 gram, atau setara dengan ¼ ayam dengan berat sekitar 1,3 kg.” ungkap chef Soenarto.
Sementara untuk bumbunya sendiri, lanjut chef Soenarto, tidak ‘ribet’, hanya bawang merah dan bawang putih, jahe, lengkuas, bawang bombai, sereh dan garam.
Nah, jika sudah puas menikmati menu-menu tadi, sekarang bisa mencicipi Holy Freedom minuman dengan bahan dasar nanas, tetapi ketika disajikan berwarna merah. Lho ? tidak usah binggung karena menurut Supervisor Pangeran Café, Utama Haryanto, atau yang akrab disapa Ade ini menjelaskan warna merah tersebut berasal dari strobery bitter. “Jadi kalau dilihat memang warnanya merah, tetapi ketika diminum, rasa nanasnya terasa sekali,” paparnya. |
posted by smiLe on LoneLinEss @ 6:33 PM  |
|
|
|
| Tuesday, August 21, 2007 |
| jakaRta ujan, banjir??? |
dari semalem cuaca jakarta emang dah mulai gak bersahabat. dari mulai hujan yang cuma numpang lewat, sampe hujan agak gede trus ampe hujan yang bener-bener gd...
Okey... gw mau cerita tentang hujan semalem jadi gw semalem pergi ke TIM *gila TIM lagi* tujuaannya karena mau bertemu dengan teman-teman yang lagi pada di magang di jakarta, karena ibu dosen gw a.k.a bu susi dan bu Ida lagi datang ke jakarta. trus kita nekat ajah gitu pdahal pas mau pergi udah keliatan ni gelagat mau ujan, untung bawa payung.
trus kita bertemu kangen gitu deh*wakakakakaka, bahasanya*sekitar juam duabelas ujannya gedeeeee banget, walhasil buat kita berpindah tempat ke salah satu warung untuk berteduh. trus jam 12an pulang naek taksi.aku, mba nunung, bu ida, dan bu susi
karena gw gak mau buat tu sopir taksi kerepotan karena harus memutar balik, sementara gw gak tau jalannya kalo tu taksi harus lurus, akhirnya gw memutuskan untuk turun di depan kosannya mba nunung bersama bu susi dan bu ida. akhirnya gw jalan kaki bermodal payung bu susi. parahnya lagi kosan gw yang kalo lagi cuaca baek terasa dekat, tapi berhubung cuaca lagi tidak mendukung jadi terasa jauuuuhhhhh banget. jadilah menembus hujan di tengah malaam buta *emang malam buta ya?*
akirnya sepatu dan kaus kaki basah, celana juga ding!!! hihihihi, basah kuyup judulnya
trus tadi abis nganterin bu susi ke gedung dewan pers, eh taunya ujan lagi, berteduh lah di sate senayan yang tulisannya gini nih 'sate senayan since 1974' setelah agak reda*lumayan nunggunya 1,5 jam* trus ke kantor. dannnnn....FYI KEPELESET!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
hwaaaaaaaa untung gak terjerungup*ada ga sih bahasa terjenrungup?* gitu deh... |
posted by smiLe on LoneLinEss @ 4:43 PM  |
|
|
|
| Wednesday, August 15, 2007 |
| ...Kwitang Idol... |
Tujuh belas Agustus tahun 45 Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka Nusa dan Bangsa Hari Lahirnya Bangsa Indonesia MERDEKA!!!!!!
Duh tu laghu bener2 dalem banget... dulu setiap mau tujuh belasan waktu masih di Balikpapan, gw sweneng banget dan antusias banget *tapi bukan berarti sekarang enggak ya* karena setiap mau tujuh belasan rame banget di kampung gw dan itu menjadi salah satu alasan biar bisa kabur dari rumah, gak usah di suruh-suruh belajar wakakakakakak
laen lagi pas gw ngejalanin tujuh belasan di jogja, deuh sepi banget, euy, secara kamoung gw di jogja adalah daerah 'jajahannya' anak kost. jadi gak gitu rame dan gak gitu berasa tujuh belasannya.
nah...pas malem minggu lalu, selese dari acaranya temen gw di plasa semanggi, pas balik nya ma temen gw mba inda, ada acara di kwitang *kampung sementara di jakarta* tau gak judul acaranya? 'KWITANG IDOL' wakakakakakak boleh-boleh!!!
trus yang nyanyi pada bapak-baoak dan ibu-ibu gitu semuanya. dangdut pula, hwaaaaa... sebenarnya kalo menurut gw lebih tepat kalo dikasih nama KDI alias "Kwitang Dangdut Idol" gimana? lebih syiiiip kan?
eniwei...apapun acaranya untuk memeriahkan tujuh belasan kali ini, yang terpenting semangat nasionalisme, dan bangga sebagai bangsa Indonesia... MERDEKA!!!! |
posted by smiLe on LoneLinEss @ 1:52 AM  |
|
|
|
| Friday, August 10, 2007 |
| Semakin Tua Bukan Masalah Untuk Tetap Tertawa |
New York – Berdasarkan studi psikologikal yang diselenggarakan di Amerika, humor-humor lama boleh jadi yang terbaik. Seorang peneliti dari Universitas Washington di St. Louis menyuruh sekelompok orang dengan usia 65 hingga 80 tahun dan lainnya dengan umur di awal 20-an sama-sama berada pada garis, membuka seri humor dan menyuruh mereka memilih satu dari 4 ending.
Ketika 1 jawaban diharapkan sebagai bagian pokok, ketiga lainnya termasuk jawaban dari humor yang tidak ada hubungannya dengan permulaan dari humor tersebut.
Menurut Wingyun Mak, kelompok tua kelihatan jelas lebih sedikit menyoroti bagian pokok. “Ini merupakan perbedaan statistic yang signifikan” ungkapnya
“Pada dasarnya dari studi ini kami mendapatkan sebuah gagasan, mengenai hubungan antara mental bakat dan bagaimana seseorang mengerti humor,” Ungkap Mak Semua orang tahu bahwa mental bakat tertentu akan semakin menurun saat kita semakin tua. Ingatan kita di umur 80 tidak lagi sebaik ingatan kita sewaktu masih berumur 20 tahun.
“Maka dari itu, bagaimana agar tetap fit dengan baik untuk orang-orang yang menegerti akan humor? Humor merupakan proses mental yang paling tinggi,”
Bagaimanapun, hanya karena anda bertambah tua tidak berarti bahwa anda tidak lagi mengerti selera humor. Semua harapan tidak akan hilang. Ini hanya langkah awal dalam mengerti bagaimana pengertian fungsi humor pada orang yang sudah tua. |
posted by smiLe on LoneLinEss @ 3:09 PM  |
|
|
|
|
|
| |
|
| About Me |
|
![]()
Name: smiLe on LoneLinEss
Home: yogyakarta, Indonesia
About Me: jusT an oRdinaRy peopLe
cuma cewe biasa yang tetap butuh cinTa dan perhatian, seRta butuh sahabat, yang mau ngeRti dan neRima apa adnay, coz...it" de rEal mE...
pengen beRbagi kesenangan dengan semua orang, dan pengen bahagia, pengen lebih dewasa, dan buat semua orang tersenyum....
See my complete profile
|
Previous Post |
|
Pesan anda Disini
Free Counter
|
Archives |
|
|
News |
Jangan pernah takut salah, karena dengan salah kita tahu yang benar..dc.. |
Other things |
| Selalu tersenyum adalah kunci kebahagiaan |
Links |
|
|
Banner |

|
|
LAIN-LAIN
|
|
|
|